Selasa, 23 April 2013

PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN #3


HAKIKAT WAWASAN NUSANTARA

1. Landasan wawasan nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat dari stratifiskasinya sebagai berikut:

A.  Landasan Idiil
Pancasila sebagai faslafah ideologi bangsa dan dasar negara. Berkedudukan sebagai landasan idiil darpada wawasan nusantara. Karena pada hakikatnya wawasan nusantara merupakan perwujudan dari pancasila. Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh serta mengandung paham keseimbangan, keselarasan, dan keseimbangan. Maka wawasan nusantara mengarah kepada terwujudnya kesatuan dan keserasian dalam bidang-bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

B.    Landasan Konstitusional
UUD 1945 yang merupakan landasan konstitusi dasar negara, yang menjadi pedoman pokok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik (Pasal 1 UUD 1945) yang kekuasaan tertingginya ada pada rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR.

C.    Landasan Visional.
Landasan visional atau tujuan nasional wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat dengan tujuan agar tidak terjadi penyesalan dan penyimpangan dalam rangka mencapai dan mewujudkan cita-cita dan dan tujuan nasional yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat yaitu :
- Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
- Memajukan kesejahteraan umum
- Mencerdaskan kehidupan bangsa
- Ikut melaksanakan ketertiban dunia

D.    Landasan Konsepsional
Ketahanan nasional, yaitu merupakan kondisi dinamis yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kemampuan sebagai konsepsi nasional, berkedudukan sebagai landasan konsepsional. Dalam upaya mencapai cita-cita dan tujuan nasionalnya, bangsa Indonesia mengahadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (HTAG). Agar dapat mengatasinya, bangsa indonesia harus memiliki kemampuan, keuletan, dan daya tahan yang dinamakan ketahanan nasional.
E.    Landasan Operasional.
GBHN adalah sebagi landasan wawasan operasional dalam wawasan nusantara, yang dikukuhkan MPR dalam ketetapan Nomor : IV/MPR/1973 pada tanggal 22 Maret 1973.

2. Hakikat Wawasan Nusantara Meliputi hal –hal berikut :

Wawasan Nusantara adalah cara pandang Bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, laut dan udara di atasnya sebagai satu kesatuan Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya dan Pertahanan Keamanan.

Hakikat Wawasan Nusantara
          Adalah keutuhan nusantara, dalam pengertiannya yaitu cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dlam lingkup nusantara demi kepentingan nasional. Hal tersebut berarti bahwa setiap warga Negara dan aparatur Negara harus berpikir, bersikap, dan bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bangsa dan Negara Indonesia.

Asas wawasan nusantara
           Merupakan ketentuan – ketentuan atau kaidah – kaidah dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara, dan diciptakan demi tetap taat dan setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia terhadap kesepakatan bersama.
Jika hal ini diabaikan, maka komponen pembentuk kesepakatan bersama akan melanggar kesepakatan bersama tersebut, yang berarti bahwa tercerai berainya bangsa dan negara Indonesia

Asas Wawasan Nusantara terdiri dari :
1. Kepentingan yang sama
2. Keadilan  
    Yang berarti kesesuaian pembagian hasil dengan adil.
3. Kejujuran
Yang berarti keberanian berfikir, berkata, dan bertindak sesuai dengan relita serta ketentuan yang benar biarpun realita atau kebenaran itu pahit.
4. Solidaritas
Yang berarti rasa setia kawan, mau memberi dan berkorban demi orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing.
5. Kerja sama
Adanya koordinasi, saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan demi terciptanya sinergi yang lebih baik.
6. Kesetiaan terhadap ikrar atau kesepakatan bersama demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan dalam bhinekaan. Merupakan tonggak utama dalam terciptanya persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan. Jika hal ini ambruk maka rusaklah persatuan dan kesatuan kebhinekaan Indonesia.

Sumber gambaran referensi tulisan :
http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=3740820452510090472(Pendidikan Kewarganegaraan Drs. H.E Hasan Saleh)

Minggu, 17 Maret 2013

PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN #2


PERKEMBANGAN PENDIDIKAN PENDAHULUAN BELA NEGARA 

Pada dasarnya Pendidikan Pendahuluan Bela Negara diselenggarakan guna memasyarakatkan upaya bela negara dengan cara menyadarkan segenap warga negara akan hak dan kewajiban dalam upaya bela negara.Manyadari akan hal tersebut di atas, maka pembinaan kesadaran bela negara akan dapat berhasil dengan baik apabila dilaksanakan dengan memperhitungkan tingkat kesiapan dan tingkat perkembangan dari peserta didik. Dalam rangka proses internalisasi kesadaran bela negara seyogyanya peserta didik diberi kesempatan untuk dapat mengembangkan kepribadian sebaik-baiknya atas dasar pengalaman pribadi yang diperolehnya melalui interaksi dengan lingkungan.

Pengertian Bela Negara

Bela negara adalah tekad, sikap dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air serta kesadaran hidup berbangsa dan bernegara.
Wujud Usaha Dari Bela Negara
Kesiapan dan kerelaan setiap warga negara untuk berkorban demi mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan negara, persatuan dan kesatuan bangsa, keutuhan wilayah Nusantara dan yuridiksi nasional serta nilai-nilai Pancasila dan UUD ’45.

Asas Demokrasi Dalam Pembelaan Negara

Berdasarkan pasal 27 ayat (3) UUD ’45, bahwa usaha bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara. Hal ini menunjukkan asas demokrasi. Asas demokrasi dalam pembelaan negara mencakup dua arti :
1. Bahwa setiap warga negara turut serta dalam menentukan kebijakan tentang pembelaan negara melalui lembaga-lembaga perwakilan sesuai dengan UUD ’45 dan perundang-undangan yang berlaku.
2. Bahwa setiap warga negara harus turut serta dalam setiap usaha pembelaan negara, sesuai dengan kemampuan dan profesinya masing-masing.

Motivasi dalam pembelaan negara
• Pengalaman sejarah perjuangan Republik Indonesia
• Kedudukan wilayah geografis Nusantara yang strategis
• Keadaan penduduk (demografis) yang besar
• Kekayaan sumberdaya alam
• Perkembangan kemajuan IPTEK
• Kemungkinan timbulnya bencana alam

Sumber gambaran referensi tulisan :
http://niekerahma.blogspot.com/2011/02/konsep-demokrasi-bentuk-demokrasi-dalam.html

PENGANTAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN #1

HAK ASASI MANUSIA

Hak  merupakan  unsur  normative  yang  melekat  pada  diri  setiap  manusia  yang dalam  penerapannya  berada  pada  ruang  lingkup  hak  persamaan  dan   hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi. Hak juga merupakan sesuatu yang harus diperoleh. Masalah HAM adalah sesuatu hal yang sering kali dibicarakan dan dibahas terutama dalam era reformasi ini. HAM lebih dijunjung tinggi dan lebih diperhatikan dalam era reformasi dari pada era sebelum reformasi. Perlu diingat bahwa dalam hal pemenuhan hak, kita hidup tidak sendiri dan kita hidup bersosialisasi dengan orang lain. Jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM terhadap orang lain dalam usaha  perolehan atau pemenuhan HAM pada diri kita sendiri. Maka dengan ini penyusun mengambil  judul “Hak Asasi Manusia”.

Hak asasi manusia adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan atau pada umumnya adalah hak dasar yang dimiliki oleh seseorang sejak lahir sebagai anugerah dari tuhan YME. Setiap orang memiliki hak dalam menjalankan kehidupan dan apa yang dikendakinya selama tidak melanggar norma juga tata nilai di masyarakat. Hak asasi ini wajib untuk dihormati, dijunjung tinggi serta dilindungi oleh negara, hukum dan pemerintah juga setiap orang sebagai harkat dan martabat manusia yang sama antara satu orang dengan lainnya yang benar-benar wajib untuk dilindungi.

Karena hak asasi adalah murni pemberian tuhan sejak lahir sebagai manusia yang patut dihormati dan dilindungi, maka hak ini tidak bisa dengan mudah dicabut bahkan diabaikan oleh kekuasaan maupun sebab lainnya. Jika pencabutan ini terjadi berarti manusia tersebut telah kehilangan martabat dan nilai yang sebenarnya pada dirinya yang menjadi inti nilai kemanusiaan yakni hak asasi.

Banyak orang yang memerjuangkan hak asasi pribadinya dan mengabaikan hak asasi orang lain dan hal yang demikian inilah yang membuat terjadinya pelanggaran akan HAM. Hak asasi tidak bisa dengan mudah dilaksanakan dengan mutlak apalagi harus mengorbankan hak asasi orang lain. Dari pengertian HAM bisa dikatakan hak asasi pribadi selalu berbatasan dengan hak asasi orang lain, untuk itu perlu adanya pemahaman akan kehidupan yang lebih baik dan rasa peduli yang tinggi untuk sama-sama mempertahankan hak pribadi tanpa harus mengabaikan hak asasi orang lain di sekitarnya. Hak pribadi yang perlu dipertahankan bisa berupa hak hidup, hak kemerdekaan, hak kebebasan, hak memperoleh sesuatu dan hak untuk salaing menghormati, dihargai serta dilindungi.

Ciri-Ciri Hak Asasi Manusia
a. HAM merupakan sesuatu yang otomatis telah ada pada diri manusia tanpa harus membeli, meminta ataupun hasil variasi dari orang lain karena HAM mutlak ada pada diri manusia sejaka lahir sebagai anugerah dari tuhan YME.

b. HAM berlaku untuk siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, ras, suku, agama, status sosial, assl-usul/daerah kelahiran, warna kulit, etni, pandangan politik ataupun budaya yang dianutnya.

c. Hak asasi tidak bisa dan tidak boleh dilanggar. Karena HAM mutlak dimiliki oleh setiap orang sebagai anugerah dari tuhan YME maka tidak boleh satu orangpun mengabaikan hak asasi orang lain apalagi untuk mempertahanan haknya sendiri. Meskipun negara telah membuat hukum dan tatanan nilai serta norma yang telah disepakati, manusia yang ada di dalamnya masih memiki kesempatan untuk mempertahanka haknya selama tidak melanggar jauh dari hukum dan norma yang telah ditetapkan tersebut.

Sumber gambaran referensi tulisan :
http://pitikkedu.blogspot.com/2012/12/pengertian-ham.html

Senin, 23 April 2012

ILMU BUDAYA DASAR #

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab adalah keadaaan wajib menanggung segala sesuatu yang menjadi tanggungannya. Tanggung jawab merupakan sifat terpuji yang ada di dalam diri manusia, namun terkadang sifat tanggung jawab manusia bisa saja hilang, tergantung dari setiap manusia itu sendiri menyikapi sifat tanggung jawabnya yang ada pada dalam diri mereka, karena dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menuntut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekuensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.

Tanggung jawab kita sebagai warga negara indonesia yaitu membangun rasa cinta terhadap negara, menumbuhkan perdamaian antara setiap masyarakat, melindungi atau menjaga nama baik negara, dan mampu memajukan negara indonesia menjadi sejahtera merupakan tanggung jawab yang bisa kita tampilkan setelah selesai menimba banyak ilmu melalaui pendidikan dan kita tuangkan ilmu tersebut dalam pelaksanaan membangun negara ini kelak.

Tanggung jawab kita sebagai anak yaitu belajar dengan tekun, mengikuti semua nasehat yang telah diberikan orang tua, tidak berbuat macam-macam kepada hal yang negatif, dan kelak bisa membahagiakan orang tua sebagaimana meraka merawat kita dari kecil hingga sekarang ini. Bila semua hal-hal tadi dapat kita jalani pasti dapat menjadi point baik terhadap pandangan orang tua terhadap kita dan juga orang tua akan bangga melihat kita maupan senang karena bisa menjalani tanggung jawabnya sebagai anak.
    
Tanggung jawab menurut saya wajib di tanamkan dari sejak dini hingga dewasa nanti, karena terutama sebagai kaum lelaki tanggung jawab merupakan suatu hal besar atau hal penting yang semaksimal mungkin di jalani. Kaum lelaki nantinya pasti akan memikul beban-beban yang sangat berat dikala menjadi seorang suami untuk istri dan anak-anaknya, karena kaum lelaki akan berusaha  keras untuk dapat bertanggung jawab mencari nafkah untuk menghidupkan keluarganya tersebut.
    
Tanggung jawab bagi kaum wanita pun sangat penting diketahui, contohnya liat saja ibu kita sewaktu mengurus maupun menjaga kita diwaktu balita. Kasih sayang ibu yang sangat besar dan perlindungannya yang membuat kita selalu bisa tenang dan terjaga sampai saat ini, itu merupakan tanggung jawab yang sangat mulia yang dilakukan oleh kaum wanita seperti ibu kita.
    
Tanggung jawab seorang ayah pun tak lepas dari kesulitannya, coba bayangkan dimana ayah akan selalu bekerja keras membanting tulang dari pagi hingga sore maupun sampai malam menjelang, ayah akan sangat bersusah payah menggunakan tenaga yang begitu besar ia kerahkan hanya untuk memberikan nafkah kepada keluarga.
    
Dari contoh gambaran tersebut wajib kita contoh dikemudian hari bilamana kita nanti sebagai kaum lelaki akan menjadi seorang ayah untuk istri dan anak-anak dirumah. Tanggung jawab wajib kita laksanakna dan ditanamkan dimana saja dalam keadaan apa saja karena tanggung jawab merupakan sifat terpuji yang ada di dalam diri manusia, namun terkadang sifat tanggung jawab manusia bisa saja hilang, tergantung dari setiap manusia itu sendiri menyikapi sifat tanggung jawabnya yang ada pada dalam diri mereka, karena dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menuntut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekuensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.  Semoga tulisan ini bermanfaat untuk semua.
 
Referensi/inspirasi paragraf awal :
http://baguspemudaindonesia.blogdetik.com/2011/04/20/manusia-dan-tanggung-jawab/

   

Rabu, 21 Maret 2012

ILMU BUDAYA DASAR #

MANUSIA DAN KEINDAHAN

Keindahan merupakan suatu yang enak dipandang atau dilihat dari sudut pandang manapun. Keindahan banyak dibaratkan sebagai sebuah kesempurnaan. Pengertian keindahan sebenarnya sangat luas dan mempunyai  banyak perumpamaan. Keindahan itu bisa berupa keindahan manusia maupun keindahan alam. Contoh dari keindahan manusia, Bagi kalangan pria, pasti mereka melihat keindahan tertuju terhadap kaum wanita, namun sebaliknya kaum wanita melihat keindahan tertuju pada kalangan pria. Dan contoh dari keindahan alam seperti indahnya pemandangan atau paranorma sekitar.

Keindahan yang ideal adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu tertentu, untuk kesempurnaannya. Keindahan sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Sering dikatakan bahwa keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.

Manusia dan keindahan yaitu standar kecantikan atau ketampanan selalu berkembang, berdasarkan apa yang dianggap suatu tertentu sebagai berharga. Sejarah memperlihatkan berbagai standar yang berbeda untuk keelokan manusia. Namun manusia yang relatif muda, dengan kulit halus, tubuh proporsional, dan fitur biasa, secara tradisional dianggap paling elok sepanjang sejarah. 

Keindahan mempunyai nilai yang sama abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung arti kata indah. Keindahan bersifat universal, artyinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu, dan tempat kedaerahan maupun selera mode kedaerahan atau lokal. Keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna. Pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, dan nilai pendidikan. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercangkup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Nilai keindahan itu adalah suatu realitas psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaannya, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai keindahan itu oleh orang akan dipercaya terdapat pada sesuatu benda sampai terbukti ketidakbenarannya.

Dari paragraf diatas dapat disimpulkan bahwa manusia dan keindahan merupakan sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu tertentu, untuk kesempurnaannya, dan Keindahan merupakan suatu yang enak dipandang atau dilihat dari sudut pandang manapun. Keindahan banyak dibaratkan sebagai sebuah kesempurnaan.

Referensi/inspirasi paragraf awal :
http://id.wikipedia.org/wiki/Keindahan

Minggu, 18 Maret 2012

ILMU BUDAYA DASAR #

MANUSIA DAN PENDERITAAN

Penderitaan bisa diartikan sebagai menahan atau menanggung maupun merasakan sesuatu yang pastinya tidak menyenangkan. Penderitaan itu bisa berupa penderitaan lahir atau batin. Penderitaan sudah termasuk realita kehidupan manusia didunia. Adapun tingkatan penderiataan tersebut meliputi tingkat penderiataan ringan maupun tingkat penderitaan berat.

Peranan diri sendiri atau individu sangat menentukan berat tidaknya volume penderitaan. Penderitaan seseorang dianggap belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain, namun ada juga penderitaan seseorang bisa saja merupakan penderitaan bagi orang lain. Suatu penderitaan bisa merupakan energi pembangkit kembali bagi seseorang, dengan adanya berbagai penderitaan kadang seseorang jadi termotifasi untuk mencapai kebahagiaan dan kenikmatan.

Banyak kasus penderitaan dikehidupan manusia biasanya sering terjadi dua penderitaan psikis dan penderitaan fisik. Penderitaan psikis yaitu penderitaan yang penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan masalah-masalah psikis yang dihadapinya, sedangkan penderitaan fisik yaitu penderitaan yang diatasi  secara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya.

Siksaan merupakan golongan penderitaan yang dapat diartikan sebagai siksaan jiwa dan rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, maka timbullah penderitaan. Siksaan yang bersifat psikis bisa berupa, kebimbangan, kesepian, dan ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan disebut phobia. Phobia disebabkan oleh kegamangan, ketakutan, kesakitan, dan kegagalan. Phobia adalah satu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Suatu phobia adalah sebuah tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.

Selain dari penderitaan siksaan diatas adapun penderitaan kelakutan mental. Penderitaan ini adalah gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar. Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kelakutan mental seperti nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung, dan nampak pada kejiwaannya dengan selalu diikuti rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah.

Sebuah ulasan diatas dapat kita simpulkan, bahwa contoh manusia dan penderitaan sering terjadi dan dapat menimpah siapa saja. Kita ambil satu kesimpulan, bahwa kini penderitaan kelakutan mental sering banyak melanda pada diri kaum muda, seperti gejala cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, dan mudah marah. Proses gejala tersebut dapat teratasi dengan kemampuan dari diri kita sendiri dalam menjalaninya dan tidak mempermasalahkan suatu masalah secara besar, sehingga membuat kita sering mengalami kelakutan mental tersebut.

Referensi/inspirasi paragraf awal :
http://sindyarsita.wordpress.com/2010/11/09/ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-penderitaan/

Selasa, 07 Februari 2012

Tugu Tani "tragedi awal tahun 2012"

Ayah terimakasih telah mengajakku ke Monas aku belum pernah lihat Monas senang sekali hatiku diajak ayah melihat Monas Pagi itu aku digendong ibu kita jalan bersama ayah, nenek dan bibi pagi yang indah cuaca pun cerah kita berjalan bersama menuju Monas Kita semua bahagia jarang sekali kita bisa jalan-jalan seperti ini ayah sibuk mencari nafkah aku sudah lama rindu ayah Ayah tiba-tiba kita lihat mobil hitam itu melayang dari depan menggelinding menimpa kakak-kakak itu lalu menimpa kita semua aku pun terpental terlepas dari pelukan ibu Ayah maafkan aku mendahuluimu aku masih sangat ingin bersamamu ingin bermain denganmu ingin berlama-lama dalam pelukanmu tapi Allah lebih menyayangiku Allah menginginkanku pulang... Ayah terimakasih sudah berusaha keras menyelamatkanku terimakasih sudah mencoba memberiku minum terimakasih sudah memelukku dan menciumku aku sayang ayah sampai kapanpun Ayah kita akan berjumpa kembali di alam yang jauh lebih baik daripada alam dunia.